Acara peluncuran akan dilakukan pada 10 Januari 2008 dalam sebuah pagelaran otomotif. Produk ini diharapkan akan dapat menggantikan sepeda motor di India.
"Saya berharap dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat, agar kehidupan mereka lebih aman dalam berkendara," ujar pimpinan Tata Group, Ratan Tata sebagaimana dikutip dari AFP, Minggu (31/12/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tingkat polusi produk ini, tidak akan lebih tinggi dari sepeda motor," jelas Ratan.
Namun, beberapa analis mengatakan, faktor harga murah dan keamanan berkendara tidak dapat menjadi katalisator penjualan. Bahkan ketika angka pertumbuhan India sudah mencapai 9% seperti saat ini. Alasannya, harga 100 ribu Rupee masih menjadi harga yang tinggi bagi pengguna motor.
"Harga kendaraan roda dua kebanyakan antara 35 ribu sampai 40 ribu Rupee. Sehingga harga 100 ribu Rupee masih menjadi harga yang sangat tinggi bagi pengguna kendaraan roda dua," ujar analis Mumbaio Brokerage Prabhudas Lilladher, Mahantes Sabarad.
Hal senada juga diungkapkan oleh analis Angel Broking, Vaishali Jajoo. "Produk ini, kurang memiliki tingkat profitable, sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai break even point," tutur Jajoo.
Sementara total penjualan kendaraan roda dua di India tahun lalu mendekati 8 juta unit, sedangkan mobil sekitar 1 juta unit.
"Biaya perawatan sepeda motor tiga sampai empat kali lebih rendah dibanding mobil. Atas dasar itulah penjualan mobil tidak akan mencapai 8 juta unit. Namun mobil dengan harga yang murah akan dapat mendorong pertumbuhan pasar mobil," ujar Kepala Penelitian Indian Credit Rating Agency Crisil, Sachin Mathur.
(dro/arn)











































