Antrean Merak - Bakauheni Bisa Picu Kenaikan Harga

Antrean Merak - Bakauheni Bisa Picu Kenaikan Harga

- detikFinance
Minggu, 30 Des 2007 17:35 WIB
Jakarta - Dewan Pengguna Jasa Angkutan Laut Indonesia (Depalindo) memaklumi antrean truk barang beberapa hari ini di perlintasan pelabuhan Merak-Bakauheni. Namun Depalindo mengkhawatirkan akan ada kenaikan harga akibat kondisi ekonomi biaya tinggi ini.Antrean panjang di perlintasan pelabuhan Merak-Bakauheni disebabkan tingginya ombak air laut sehingga para kapal pengangkut tidak berani menyeberangkan.Demikian diungkapkan Ketua Kepelabuhan dan Kepabeanan Dewan Pengguna Jasa Angkutan Laut Indonesia (Depalindo) Toto Dirgantara dalam perbincangannya dengan detikFinance, Jakarta , Minggu (31/12/2007)."Hampir 50% perdagangan antarpulau melewati Merak-Bakauheni, dari Jawa ke Sumatera begitupun sebaliknya. Namun kita tidak punya jalan lain kalau kondisinya seperti ini, karena pemerintah tidak memmbangun pelabuhan alternatif," kata Toto.Menurutnya, kondisi ini disebabkan faktor alam yang menyebabkan pengusaha harus sabar menunggu situasi reda. Namun, yang disesalkan kondisi ini selalu terjadi dari tahun ke tahun, tapi tidak ada niat dari pemerintah untuk memperbaiki keadaan."Pemerintah sudah tahu bahwa penyeberangan Merak-bakauheni setiap tahunnya ada masalah yang membuat antrean panjang. Ini menjadi bottle neck dalam kelancaran arus barang, tapi sampai sekarang fasilitas pelabuhan tidak pernah diperbaiki," keluhnya."Kapal-kapal penyeberangan itu umurnya sudah tua, jadi ada gelombang tinggi pasti tidak berani jalan. Yang mengangkut makanan seperti buah-buahan dan sayuran bisa busuk di jalan. Selain itu yang lebih kasihan pada angkutannya tidak bisa bolak-balik jalan. Kerugiannya cukup besar," tambahnya.Dampak lainnya, bahan baku yang dibutuhkan pabrik menjadi terhambat datang sehingga membuat produksi di pabrik-pabrik tersendat.Toto berharap pemerintah bisa belajar dari pengalaman dengan segera melakukan terobosan perbaikan sehingga masalah seperti ini tidak akan terulang. (arn/mly)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads