Hal ini dikatakan oleh Direktur Keuangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) Kurniadi Atmosasmito yang juga Ketua Tim Kajian IRC di sela acara aksi penanaman pohon bakau di kawasan hutan lindung Kapuk, Jakarta, Senin (31/12/2007).
"Kita dari tim sudah menyerahkan hasil kajian dari advisor kami yaitu Citigroup dan kelihatannya Pak Sofyan (Menneg BUMN) sudah mulai intensif. Tapi untuk 2007 ini tidak keburu karena beliau harus konsultasi juga dengan Menko Perekonomian dan Menkeu," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi akan ada pengalihan dari pemerintah kepada perusahaan induk tersebut," tambahnya.
Dikatakannya, dengan pembentukan IRC ini kapitalisasi pasar dari BUMN pertambangan akan semakin besar.
"Nilai kapitalisasinya bisa mencapai US$ 10 miliar, dan ini akan memudahkan kami kami untuk melakukan ekspansi," ujarnya.
Ia menambahkan, akan sangat bagus lagi jika pemerintah memasukkan Freeport ke dalam IRC ini. Seperti diketahui, pemerintah Indonesia memiliki 9,36 persen saham di Freeport, sementara 90,64 dimiliki Freeport McMoRan Copper & Gold Inc.
"Soalnya kalau hanya 3 saja (Antam, PTBA dan Timah) kurang optimal," jelasnya.
Langkah membentuk IRC ini menurut Kurniadi memang sangat sesuai untuk memajukan dan mengembangkan BUMN pertambangan.
"Pada saat ini perusahaan tambang untuk maju memang melakukan merger atau akuisisi jadi langkah ini sangat tepat," jelasnya.
(dnl/qom)











































