Kontrak Pertama Pengembangan CBM Diteken 2 Pekan Lagi

Kontrak Pertama Pengembangan CBM Diteken 2 Pekan Lagi

- detikFinance
Rabu, 02 Jan 2008 10:58 WIB
Jakarta - Kontrak pertama pengembangan Coal Bed Methane (CBM) Indonesia akan ditandatangan dalam dua minggu kedepan. Perusahaan yang akan mengembangkan komoditi baru ini adalah konsorsium Medco-Ephindo.
 
Demikian disampaikan Dirjen Migas Luluk Sumiarso disela open house Natal dan Tahun Baru di departemen ESDM, Jakarta, Rabu (2/1/2008).
 
"Kita harapkan awal tahun ini. Sebelum paruh bulan diharapkan bisa ditandatangan," katanya.
 
Untuk pengembangan CBM ini, pemerintah mendapat bagi hasil sebesar 55 persen dan kontraktor sebesar 45 persen. Bagi hasil untuk kontraktor di pengembangan CBM ini lebih besar dibanding bagi hasil pengembangan migas di Indonesia. Biasanya dalam pengembangan migas bagi hasil kontraktor bekisar 30 persen.
 
Menurut Luluk, bagi hasil untuk kontraktor yang lebih besar ini disebabkan risiko yang lebih besar di pengembangan CBM.
 
"Kalau minyak begitu dibor, minyaknya keluar bisa langsung digunakan. Tapi kalau CBM, yang keluar air dulu," katanya. (lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads