"Di tahun 2008 banyak peluang yang harus kita jawab. Pertama, memelihara momentum ekonomi, growth dan inflasi serta job creation. Kedua, memelihara kelanjutan reformasi yang belum selesai, dan tantangan selanjutnya adalah bencana alam," ungkap SBY saat meresemikan logo baru Bursa Efek Indonesia (BEI) di gedung BEI, Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (2/1/2008).
SBY menjabarkan kelanjutan reformasi itu ialah pembangunan ekonomi yang harus efisien dan transparan, serta penegakan hukum harus adil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SBY menambahkan untuk berbagai bencana alam yang kini melanda Indonesia, tantangannya adalah mengambil langkah antisipasi oleh dampak climate change dan global warming.
"Bagaimana kita bisa ciptakan lingkungan yang baik untuk mencegah perubahan iklim yang terjadi. Kami berterimakasih pada pasar modal yang telah sumbangkan dananya untuk korban bencanam mengingat di tahun ini tampaknya akan ada berbagai anggaran tambahan untuk konstruksi akibat bencana," pungkas SBY.
Seperti diketahui, para stakeholder pasar modal seperti BEI, KPEI dan KSEI menyumbangkan Rp 3 miliar untuk membantu para korban bencana alam di seluruh Indonesia. (arn/qom)











































