"Ya, nggak papa. Itu kan kita siap. Sekali lagi dari segi APBN tidak soal karena subsidi naik. Inflasi itu faktor dari luar, pasti akan terjadi, saya kira hadapi saja," kata Kalla.
Pernyataan itu disampaikan Kalla saat ditanya mengenai harga minyak yang sempat tembus di US$ 100 per barel, ketika ditemui di Istana Wapres, Jakarta, Kamis (3/1/2008).
Menurut Wapres, jika nilai tukar rupiah melemah akibat lonjakan harga minyak, maka kinerja ekspor justru akan semakin baik.
"Itu semua karena faktor eksternal, APBN tak terganggu," pungkasnya.
Pemerintah sejak November 2007 lalu sudah membuat berbagai persiapan 'menyambut' amukan harga minyak mentah dunia. Saat harga sudah mendekati US$ 100 per barel, pemerintah sudah menyiapkan 9 langkah pengamanan APBN.
(qom/ir)










































