Menteri Pertanian, Anton Apriantono, Kais (3/1/2008) siang bersama Dirjen Tanaman Pangan, Sutarto Ali Moesoe meninjau beberapa lokasi pertanian di Bojonegoro yang terendam banjir. Diantaranya di Desa Ngulanan, Kecamatan Dander yang seluruh lahan pertaniannya gagal panen atau puso.
"Pertanian Bojonegoro punya kontribusi besar dalam memasok bahan pangan di Jawa Timur, bahkan tingkat nasional. Kondisi para petani sangat memprihatinkan, sawah mereka puso," kata Anton Apriantono pada detikFinance usai memantau banjir di Desa Ngulanan, Kecamatan Dander, Bojonegoro, Kamis (3/1/2008).
Kedatangan Mentan ke Bojonegoro sedikit membawa angin segar bagi para petani korban banjir. Dirjen Tanaman Pangan bersama Asosiasi Pengusahan Benih Nasional memberikan sejumlah bantuan.
Batuan ini berupa 150 ribu ton benih padi untuk 5 ribu hektar sawah. 500 Ton pupuk, 2 ton benih jagung hibrida dan uang tunai Rp 15 juta sebagai stimulan penanaman padi ulang.
"Bantuan memang kurang sesuai harapan petani. Tapi setidaknya itu bisa memotivasi mereka agar melakukan penanaman kembali setelah lahan pertanian mereka kembali normal," ujar Anton Apriantono.
Selain itu, Departemen Pertanian berjanji akan memberikan sejumlah alat pengering padi. Tujuannya untuk memudahkan proses pengolahan gabah hasil panen untuk kemudian bisa cepat dipasarkan. (bdh/qom)











































