PU Anggarkan Rp 100 Miliar untuk Tangani Dampak Banjir

- detikFinance
Kamis, 03 Jan 2008 16:18 WIB
Jakarta - Departemen Pekerjaan Umum (PU) menganggarkan dana Rp 100 miliar sebagai dana tanggap darurat dan rehabilitasi banjir di Pulau Jawa.

Hal tersebut disampaikan Menteri PU Djoko Kirmanto di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (3/1/2008).

"Dana Rp 100 miliar itu untuk perbaikan jalan yang rusak dan jembatan yang putus," ujarnya.

Djoko menambahkan dalam setiap penanganan bencana ada 3 tahap, pertama tahap tanggap darurat yakni pembuatan tanggul atau karung pasir untuk menahan aliran banjir.

Kedua tahap rehabilitasi yakni pembangunan kembali infrastruktur seperti jalan dan jembatan yang rusak. Ketiga, tahap pencegahan berupa pembuatan waduk atau penghijauan.

Khusus di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo, pemerintah akan membangun sedikitnya 2 waduk tahun ini. Pemerintah sudah membangun puluhan waduk di sepanjang kali Bengawan Solo.

"Kalau bisa sih tambah lagi waduknya, paling tidak ada 5 lagi lah," ujarnya.

Bantuan Beras 100 Ton


Pemerintah juga memberikan bantuan beras hingga 100 ton untuk setiap kabupaten yang terendam banjir di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"100 ton itu  banyak loh, 25 truk besar. Bantuan itu diberikan dalam bentuk beras maupun untuk dapur umum," ujar Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurth

Untuk Jateng hingga 31 Desember 2007 sudah menyalurkan beras sebanyak 830 ton. Dia mencontohkan Kabupaten Pati 100 ton, Kudus 100 ton, Blora 100 ton, Sragen 100 ton, Karanganyar 100 ton, Wonogiri 100 ton, Surakarta 57 ton, Sukoharjo 20 ton, Boyolali 20 ton.

Sedangkan di Jawa Timur sebanyak 950 ton. Beras antara lain diberikan di Bojonegoro 100 ton, Ngawi 150 ton, Trenggalek 82 ton, Ponorogo 80 ton, Magetan 100 ton.

(ddn/qom)