Hal ini dikarenakan sawah yang terendam baru sebagian kecil dari total 7-11 juta hektar sawah di seluruh Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurthi di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (3/1/2007).
"Itu masih kecil, tapi itu belum final, masih angka sementara," ujarnya.
Meskipun terkena banjir, lanjut Bayu, tidak berarti sawah akan mengalami fuso atau gagal panen. Bayu mengakui lebih sulit mengatasi gejala alam banjir daripada kemarau.
Meski di beberapa daerah mengalami banjir, tercatat sebanyak 11 dari 33 provinsi mengalami surplus beras, antara lain 5 provinsi di Jawa, Sumatera Selatan, Sulawesi Utara, Bali, dan NTB.
"Selebihnya (provinsi yang lain) sangat kita perhatikan," ujarnya. (ddn/qom)










































