Demikian dijelaskan Direktur Pembangkitan dan Energi Primer PLN Ali Herman Ibrahim melalui pesan singkat yang diterima wartawan, Kamis (3/1/2008).
"Saat ini ada tiga barge standby di Pacitan menunggu ijin berlayar ke Cilacap 2x13.000 ton dan 1x7.000 ton. Menurut berita tanggal 5 nanti bisa jalan dan bongkar muatan di Cilacap tanggal 7 Januari dan 08," katanya.
Seperti diketahui, PLTU Cilacap sore ini berhenti beroperasi karena stok batubaranya habis. Minimnya pasokan disebabkan cuaca yang buruk sehingga kapal pengangkut batubara tidak bisa bongkar muat. Minggu lalu bahkan ada dua kapal batubara berkapasitas 2x13.000 ton yang dialihkan ke Paiton.
Selain PLTU Cilacap, stok batubara PLTU Tanjung Jati B juga sedang kritis.
"PLTU Tanjung Jati B per hari ini stock tinggal 11.000 ton," tambahnya.
Padahal sebelumnya Ali menyatakan kebutuhan batubara PLTU Tanjung Jati B per harinya 11.000 ton. Artinya stok itu hanya cukup untuk satu hari lagi.
Ali menjelaskan, sebenarnya tadi pagi sudah sempat merapat 1 kapal eks KPC 65.000 ton. Tapi karena cuaca yang buruk, kapal terpaksa melaut lagi.
"Sehingga sekarang ada 3 kapal yang menunggu di mulut jety Tanjung Jati B," lanjutnya. (lih/qom)











































