Demikian disampaikan Menkeu Sri Mulyani usai rapat evaluasi kinerja fiskal dan moneter di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (3/1/2007).
"Sasaran-sasaran itu akan dituangkan dalam peraturan menkeu (PMK) No. 1 tahun 2008 untuk menjadi rujukan bagi BI dalam melaksanakan kebijakan moneternya," kata Sri Mulyani.
Menurut Menkeu, penurunan target inflasi ini diharapkan bisa memberikan arahan bagi pelaku usaha untuk mengekspektasikan inflasi dalam 2 atau 3 tahun kedepan. Dalam 2 tahun terakhir ini, faktor ekspektasi memegang peranan penting dalam kontribusi inflasi.
Faktor inflasi, ujar Menkeu, sebagian merupakan kebijakan moneter dan sisanya merupakan kebijakan pemerintah. Untuk itu, koordinasi antara kedua otoritas itu akan ditingkatkan melalui Forum Pengendali Inflasi yang dipimpin oleh Menko Perekonomian dengan anggota tetap Menkeu, Gubernur BI dan Menteri Perdagangan serta menteri-menteri teknis tergantung situasi penyebab inflasi.
"Forum Pengendali akan mengadakan pertemuan reguler," kata Menkeu.
Menko Perekonomian Boediono mengaku optimistis target tiga tahunan inflasi itu akan tercapai. Dengan catatan kebijakan moneter dan fiskal yang diambil tepat sasaran
Mengenai Forum Pengendali Inflasi, menurut Menko merupakan kelembagaan dari berbagai tim kerja kecil yang selama ini sudah ada. Misalnya tim pemantapan harga pokok.
"Itu akan dikoordinasikan dengan yang lebih luas dalam forum. Jadi ini semacam langkah untuk melembagakan," tambah Menko.
Gubernur BI Burhanuddin Abdullah mengatakan, pemerintah dan BI sepakat membuat komitmen untuk mengarahkan inflasi semakin kecil dan sejajar dengan negara di wilayah kita supaya kita bisa menjaga daya saing.
"Disitulah cantiknya inflation targeting framework. Tadi kita membuat yang kita pikirkan itu konsisten dengan berbagai indikator ekonomi, perbankan, cadangan devisa dan industri keuangan pada umumnya," katanya.
BI dalam tahun-tahun kedepan akan tetap menjaga kehati-hatian. BI juga akan melihat target dalam rancangan bisnisnya dalam hal ini kredit perbankan, cadangan devisa dan operasi moneter yang dijalankan supaya stabilitas nilai tukar bisa menjaga stabilitas harga.
(qom/ard)










































