Minyak Sempat Lewati US$ 100

Minyak Sempat Lewati US$ 100

- detikFinance
Jumat, 04 Jan 2008 08:15 WIB
New York, - Harga minyak mentah dunia akhirnya benar-benar mencapai level US 100 per barel bahkan telah sedikit di atas level keramat itu sebelum akhirnya turun lagi.

Harga minyak di pasar New York pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat (3/1/2008) jenis light sweet untuk pengantaran bulan Februari sempat mencapai US$ 100,09 per barel. Posisi ini merupakan level tertinggi dalam sejarah harga minyak. Namun akhirnya harga minyak ditutup turun 44 sen ke posisi US$ 99,18 per barel.

Sedangkan di pasar London harga minyak jenis Brent North Sea untuk kontrak bulan Februari juga sempat mencapai US$ 98,5 per barel sebelum akhirnya ditutup turun 24 sen ke level US$ 97,6 per barel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harga minyak yang sempat melompat hingga US$ 100 per barel dipicu keluarnya data cadangan minyak AS yang melemah.

Departemen energi AS mengumumkan persediaan cadangan minyak turun 4 juta barel per 28 Desember 2007. Kerusuhan di Nigeria yang merupakan produsen minyak di Afrika masih menjadi pemicu merambatnya harga minyak ke US$ 100 per barel.

Kerusuhan Nigeria bermula dari gerombolan bersenjata yang menyerbu Port Harcourt pada Selasa waktu setempat (1/1/2007) yang menyerang dua polisi. Port Harcourt merupakan salah satu pusat pelabuhan industri minyak Nigeria.

Pasar juga masih konsentrasi terhadap stabilitas politik di Pakistan yang merupakan salah satu negara pemilik nuklir yang cukup berbahaya.

"Jika harga minyak di aas US$ 100 per barel maka target berikutnya harga minyak bisa menyentuh level US4 104 per barel," kata Phil Flynn analis dari Alaron Trading seperti dilansir dari AFP, Jumat (4/1/2008).

Harga minyak yang menembus US$ 100 per barel menurut para analis juga akan menekan negara-negara OPEC agar meningkatkan produksinya dalam pembahasan 1 Februari mendatang. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads