Demikian disampaikan Direktur Pembinaan Usaha Hulu Ditjen Migas Departemen ESDM R Priyono dalam jumpa pers mengenai CBM di kantor Dirjen Migas, Plaza Centris, Kuningan, Jakarta, Jumat (4/1/2008).
"Grup pertama Pertamina dengan Shell, sedangkan yang kedua dan ketiga Pertamina dengan perusahaan batubara," katanya. Dia menambahkan ketiga proposal itu bisa diselesaikan dalam waktu tiga bulan lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirjen Migas Luluk Sumiarso menjelaskan, ketiga proposal itu diharapkan bisa selesai tahun ini.
Selain Pertamina, sebelumnya Medco juga telah menggandeng Shell untuk menggarap CBM. Namun kerjasama kedua perusahaan itu masih dalam tahap awal.
Total proposal pengembangan CBM yang sedang dievaluasi Ditjen Migas saat ini mencapai 50 proposal. Sebanyak 10 proposal yang diajukan mengambil lokasi di wilayah terbuka, 9 proposal di wilayah kerja migas, 30 proposal di kuasa pertambangan atau PKP2B, dan 1 proposal sisanya di wilayah yang tumpang tindih antara wilayah kerja migas dan kuasa pertambangan atau PKP2B. (lih/qom)











































