Sofyan mengaku kecewa karena PLTU Tanjung Jati B dan PLTU Cilacap, yang merupakan pembangkit berkapasitas besar di Pulau Jawa, harus kekurangan pasokan batubara. Bahkan PLTU Cilacap terpaksa dihentikan operasinya karena stok batubaranya sudah habis. Sementara PLTU Tanjung Jati hanya beroperasi 50 persen.
Padahal PLN harusnya sudah bisa memprediksikan bahwa cuaca memang akan cenderung buruk setiap akhir tahun.
"Masa bertahun-tahun mengelola listrik sudah tahu akhir tahun pasti cuaca buruk, sekarang tidak ada batubara di Cilacap dan Tanjung Jati. Bagaimana manajemen itu?!" tegasnya dengan nada marah ketika ditemui di kantornya, Gedung Garuda, Jakarta, Jumat (4/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makanya kita disiplinkan. Kalau gini berapa triliun yang harus dibayar negara?" tangkasnya.
(lih/qom)











































