"Sisanya akan kami cari dari pinjaman sindikasi perbankan," kata Dirut Eteng A.Salam, dalam perbincangan disebuah restoran kawasan SCBD, Jakarta, Jumat (4/1/2008).
Mayoritas dari dana belanja modal tersebut sebesar 80-90% akan digunakan untuk investasi di bisnis hulu migas seperti membeli alat seismik dan rig sumur dalam. Sementara sisa 10% akan digunakan untuk modal kerja dan penyertaan di anak usaha.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eteng juga menyampaikan paska-IPO, Pertamina tidak akan lagi menjadi single majority share holder. Pelepasan 20% saham baru dalam IPO akan membuat kepemilikan Pertamina terdilusi dari 51,38 persen menjadi 41,10 persen.
Pemegang saham lain yakni PT Tridaya Esta juga terdilusi dari 46,44 persen menjadi 37,15 persen, PT Danareksa Daiwa NIF Ventures dari 1,46 persen menjadi 1,17 persen, PT Danareksa dari 0,49 persen menjadi 0,39 persen. Karyawan Elnusa 0,15 persen menjadi 0,12 persen, Yayasan Tabungan Hari Tua Karyawan Elnusa dari 0,07 persen menjadi 0,05 persen, dan koperasi karyawan dari 0,01 persen menjadi 0,01 persen.
Elnusa akan menggelar bookbuilding 9-15 Januari, pernyataan efektif dari Bapepam LK diharapkan didapat 22 Januari. Sehingga penawaran akan dilakukan 25-29 Januari dan pencatatan di BEI tanggal 4 Februari 2008.
"Porsi institusi dan retail akan diputuskan pada saat book building," tambahnya.
(ard/ir)










































