Demikian dikatakan Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu dalam jumpa pers akhir tahun Depdag di kantornya Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Jumat (4/1/2008).
"Target kita pertumbuhan ekspor 2008 sesuai dengan rencana kerja pemerintah yang sebesar 14,5%," ujar Mari.
Sementara untuk komoditi ekspor prioritas lainnya pada 2008, antara lain udang, kopi, kakao, karet, tekstil, elektronik, sepatu, komponen otomotif dan furniture.
Pada tahun 2007, kenaikan harga kelapa sawit dan melonjaknya volume komoditi tambang mendorong pertumbuhan ekspor 2007 hingga melampaui target Depdag yang sebesar 14,5%.
"Hingga November 2007, pertumbuhan sudah mencapai 16,2%. Sampai akhir tahun diperkirakan sebesar 16-16,5%," tutur Mari.
Hingga November 2007, total nilai ekspor mencapai US$ 103,1 milliar, dan sektor non migas mengambil porsi sebesar US$ 83,5 milliar.
Pasar utama ekspor pada 2007 adalah Jepang, Uni Eropa, dan AS. Angka pertumbuhannya masing-masing 12,6%, 9,3%, dan 5,2%.
"Pertumbuhan di pasar Jepang dan Eropa masih baik mendekati trennya masing-masing sebesar 17,4% dan 10,9%. Sementara pasar AS mengalami penurunan drastis menjadi 5,2%, padahal trennya 11,7%," ujar Mari.
Mari menambahkan, pasar ekspor lainnya yang diincar adalah RRT, Singapura, Malaysia, dan Australia.
"Untuk tahun 2008, misi dagang kita akan dikembangkan ke negara-negara Timur Tengah, Korea, Brazil, Eropa Timur dan negara ASEAN lainnya," ungkap Mari.
(dro/arn)











































