Pasalnya, dua unit di PLTU Cilacap sudah berhenti beroperasi sejak Kamis, 3 Januari. Begitu pula satu unit PLTU Tanjung Jati B yang berhenti sejak 31 Desember 2007. Sementara satu unit lainnya masih bertahan dengan sisa batubara yang ada.
Kedua PLTU ini kekurangan pasokan batubara karena cuaca buruk yang melanda sejak akhir tahun kemarin. Dengan sisa pasokan yang ada, satu unit PLTU Tanjung Jati yang masih beroperasi hanya bisa bertahan 4,5 hari kedepan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Stok batubaranya saat ini sekitar 28.000 ton. Pembangkitnya kita operasikan 40 persen, kebutuhannya 6.000 ton per hari. Jadi sekitar 4 hari lebih," kata GM P3B Jawa Bali PLN Muljo Adji ketika dihubungi detikFinance, Jumat (4/1/2008).
Akibat 3 unit pembangkit yang mati, sistem Jawa Bali kehilangan pasokan listrik sekitar 1.200 MW.
Untungnya, kejadian ini berlangsung ketika beban puncak sistem belum pulih usai liburan panjang tahun baru. Tapi menurut Muljo, beban litrik akan kembali pulih pada minggu ketiga atau keempat. Jika saat ini beban puncak hanya bekisar 15.000 MW, pada minggu ketiga beban bisa mencapai pulih seperti sebelum liburan sekitar 16.251 MW.
"Pahitnya, kalau pasokan batubaranya belum nambah sampai minggu ketiga, maka bisa defisit 400-500 MW," katanya.
Jika sistem Jawa Bali defisit 500 MW, maka PLN harus mengurangi beban di sejumlah daerah. Salah satu caranya dengan pemadamn bergilir.
Namun sebelumnya, Direktur Pembangkitan dan Energi Primer PLN Ali Herman Ibrahim menyatakan pasokan batubara untuk PLTU Cilacap akan tiba dan bongkar muat pada 7 Januari.
(lih/qom)











































