"Batas waktunya paling lambat akhir tahun ini migas blok Cepu sudah harus produksi. Makanya pembangunan fasilitas lapangan minyak harus dipercepat, seperti infrastruktur jalan dan soal teknis lainnya," ujar Purnomo pada detikFinance.
Hal itu diungkapkan Purnomo usai memberikan bantuan bagi korban banjir Bojonegoro dan Cepu di Kampus Akademi Migas Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Sabtu (5/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya saja masih ada persoalan lebih teknis yang dihadapi yakni pola distribusi minyak mentah hasil eksploitasi dari lapangan blok Cepu itu sendiri. Pilihannya antara dikapalkan di lepas pantai Kabupaten Tuban melalui saluran pipa bawah tanah, atau membangun kilang (pabrik pemurnian) minyak di sekitar tambang blok Cepu.
"Nah, akan dikemanakan minyak itu nanti? Apakah dilewatkan pipa ke pantai atau buat kilang portable disini? Masalahnya kita diuber oleh waktu, kita sekarang butuh pasokan energi dari lapangan blok Cepu," tambah Purnomo, yang didampingi oleh pejabat BP Migas, Pertamina, Exxon Mobil, Petrochina, dan sejumlah sub kontraktor migas yang beroperasi di Blok Cepu dan Tuban.
Purnomo mengatakan pemda diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam industri migas blok Cepu. Selain dari saham penyertaan (participating interest) milik pemda yang sedang dalam proses finalisasi, dengan modal yang dimiliki pemda juga bisa membangun kilang portable yang memang sangat dibutuhkan.
Bantuan
Sementara itu puluhan ribu warga yang menjadi korban banjir di Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Blora digelontor bantuan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan anak perusahaan ExxonMobil, Mobil Cepu Limited (MCL) sebagai operator tambang migas Blok Cepu mengucurkan bantuan.
Total sumbangan yang diberikan untuk warga korban banjir di Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Blora mencapai Rp 5,4 miliar. Rinciannya, Rp 900 juta dari Kementerian ESDM ditambah US$ 500 ribu (sekitar Rp 4,5 miliar) lainnya adalah bantuan dari MCL.
Dana bantuan yang diserahkan oleh Menteri ESDM tersebut merupakan dana partisipasi yang berasal dari sejumlah perusahaan migas. Yakni JOB PPEJ yang berpartisipasi sebesar Rp 300 juta, Pertamina EP Cepu Rp 300 juta, dan HESS sebesar Rp 75 juta. Juga, partisipasi dari Santos, Kodeco, serta Kangean Energi Indonesia yang masing-masing berpartisipasi sebesar Rp 75 juta.
Penerimaan bantuan untuk Kabupaten Bojonegoro diwakili oleh Bupati Bojonegoro M. Santoso sebesar Rp 500 juta. Sedangkan Rp 400 juta selebihnya, diserahkan kepada warga Kecamatan Cepu, Blora melalui Camat Cepu, Slamet Wiryanto. Prosesi penyerahan dilakukan di Gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Akademi Migas Cepu, Blora, Jawa Tengah, Sabtu (5/1/2008).
Sementara itu, bantuan Rp 4,5 miliar dari MCL untuk Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Blora diserahkan Lead and Country Manager ExxonMobil sekaligus President Exxon Mobil, Peter Coleman kepada Bupati Bojonegoro M. Santoso. Dana bantuan itu ditujukan bagi program rehabilitasi pasca bencana banjir.
"Kita butuh dana cukup besar untuk pemulihan korban banjir. Baik kesehatannya, perekonomiannya, sampai perbaikan rumah tinggal mereka yang rusak kena banjir," kata M. Santoso usai menerima bantuan.
(gik/ir)











































