Hipermarket Pasar Tradisional, Solusi Melawan Pasar Modern

Hipermarket Pasar Tradisional, Solusi Melawan Pasar Modern

- detikFinance
Senin, 07 Jan 2008 11:02 WIB
Jakarta - Hipermarket-hipermarket hadir bak jamur di musim hujan. Sementara pasar-pasar tradisional semakin ditinggalkan dan nasibnya makin di ujung tanduk. Apa solusinya?

Hipermarket pasar tradisional. Menurut Sekretaris Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Nadiran dengan hipermarket pasar tradisional itu, maka pasar tradisional bis bersaing dengan pasar-pasar modern seperti hipermarket.

"Tiga tahun yang lalu pernah ada usulan untuk membentuk semacam hipermarket dengan modal bersama dari pelaku pasar tradisional. Namun, mereka kebanyakan masih takut, karena mereka cenderung kurang mengetahui mekanisme perusahaan besar," ujar Nadiran.

Ia menyampaikan hal itu dalam diskusi perpres pasar modern di Annex Building, Hotel Nikko, Jl. H. Agus Salim, Jakarta, Senin (7/1/2008).

Namun menurut Nadiran, membina pasar tradisional agar dapat bersaing dengan pasar modern dinilai bukan hal yang mudah. Masih banyak kekhawatiran di kalangan pelaku pasar tradisional untuk bersaing dengan pasar modern.

Sementara Sekjen Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta mengakui bahwa pasar-pasar tradisional semakin ditinggalkan. Β 

"Masyarakat itu kan berkembang, sementara pasar tradisional kurang berkembang. Akibatnya, pasar tradisional kurang diminati. Oleh karena itu, pasar tradisional perlu dikembangkan agar dapat bersaing dengan pasar modern," ujar

"Karena jika tidak pasar tradisional akan semakin tergusur. Saat ini satu minimart berdiri, dapat mematikan usaha 20 warung-warung kecil," imbuh Nadiran.

Tutum pun mencontohkan pasar tradisional modern seperti di BSD yang terbukti mampu melawan gempuran pasar moderan.

"Pasar tradisional di BSD sudah melakukan itu, mereka membentuk semacam hipermarkett pasar tradisional dengan modal bersama. Nyatanya mereka mampu bersaing dengan pasar modern besar. Jadi saya kira itu suatu hal yang harus dikembangkan," ujar Tutum.

(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads