Harga Kedelai Meroket, 3,2 Juta Orang Terancam Menganggur

Harga Kedelai Meroket, 3,2 Juta Orang Terancam Menganggur

- detikFinance
Senin, 07 Jan 2008 14:29 WIB
Jakarta - Tahu tempe sering dianggap produk sepele. Tapi produksi dua lauk pauk ini ternyata menyerap banyak tenaga kerja. Namun dengan lonjakan harga kedelai lebih dari 100%, kini mengancam sekitar 3,2 juta tenaga kerja menjadi pengangguran.

Demikian dikatakan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Thomas Darmawan dalam perbincangannya dengan detikFinance, Jakarta, Senin (7/1/2008).

Thomas mengungkapkan, dengan kenaikan harga kedelai impor dari Rp 3.500 per kg menjadi Rp 7.000 hingga Rp 7.500 per kg membuat para produsen tahu tempe yang sebagian besar usaha kecil dan rumah tangga terpaksa berhenti berproduksi, menunggu harga kembali normal.

Ia menambahkan, apabila masalah ini didiamkan ada sekitar 1,2 juta usaha kecil dan rumah tangga dengan tenaga kerja 2,5 juta orang dan 5.000 perusahaan skala besar dengan tenaga kerja 780 ribu orang terancam gulung tikar karena masalah pasokan bahan baku.

"Untuk meringankan beban mereka. Semoga pemerintah mau menurunkan bea masuk kedelai dan bahan baku penolong yang sekarang masih 5%,"ujarnya.

Menurut Thomas selain masalah bahan baku yang membelit produsen tahu tempe, masalah bahan bakar tengah menjadi kendala. Selama ini produse tahun tempe yang sebagian besar produksi rumahan menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakar.

Akibat program konversi minyak tanah ke gas mereka kesulitan mendapatkan minyak tanah, selain itu untuk melakukan konversi ke gas masih mengalami kesulitan karena tidak punya alat produksinya. (arn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads