Harga Terigu Melonjak, Pedagang Mie Kembang Kempis

Harga Terigu Melonjak, Pedagang Mie Kembang Kempis

- detikFinance
Selasa, 08 Jan 2008 10:14 WIB
Jakarta - Produsen Makanan semakin terjepit dengan kenaikan bahan baku tepung terigu yang mencapai hampir 100%, dari Rp 80 ribu per sak pada pertengahan tahun lalu kini menjadi Rp 150 ribu per sak.

Akibatnya, banyak pedagang mie kekurangan modal untuk melakukan produksi. Karena kondisi yang semakin berat ditambah dengan sulitnya mencari minyak tanah, para pedagang mie pun mengadu ke Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu.

"Memang bagi pengecer kasihan, kalau naikin harga pembelinya hilang, mereka tinggal berjuang saja. Penghasilannya habis untuk biaya produksi," ungkap Ketua Paguyuban Tunggal Rasa Wakidi dalam perbincangannya dengan detikFinance, Jakarta, Selasa (8/1/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, kondisi pedagang mie sudah memprihatinkan dari masalah lonjakan harga terigu sejak November yang tidak bisa direm, kenaikan harga bawang merah, cabe merah ditambah adanya konversi minyak tanah ke gas yang tidak merata ke pedagang UKM.

"Pedagang mie beli minyak tanah sekarang Rp 5ribu-Rp 6 ribu, padahal seporsinya sekitar Rp 7 ribu. Mau pakai gas belum dapat alatnya," keluhnya.

Paguyuban Tunggal Rasa yang membawahi 450 produsen mie dengan penjaja mie 125 ribu orang dan merupakan binaan dari Bogasari ini mengaku kecewa dengan hasilnya pembicaraan dengan Mendag. Mereka kecewa karena Mendag hanya mengimbau untuk menurunkan harga mie dan tidak mendapat solusi.

"Kita maunya ada intervensi dari pemerintah supaya harga terigu bisa turun seperti semula. Dulu paguyuban bisa jual mie sampai 50-70 sak per hari, sekarang tinggal 10 sak karena pedagang mie mengurangi pembelian," ujarnya. (arn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads