Tekanan Inflasi 2008 Menguat

Tekanan Inflasi 2008 Menguat

- detikFinance
Selasa, 08 Jan 2008 15:11 WIB
Jakarta - Tekanan terhadap inflasi di 2008 akan sangat kuat dikarenakan peningkatan harga pangan dunia yang berdampak pada harga makanan di dalam negeri.
 
Hal ini disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah dalam jumpa pers di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Selasa (8/1/2008).
 
"Kawan-kawan di riset Bank Indonesia mengatakan tekanan inflasi untuk 2008 cukup kuat sehingga mereka berkesimpulan dari target yang sudah ditetapkan pemerintah 5 plus minus 1 di 2008 para peneliti di BI melihat justru pada high end, angka ke arah 6 dan bahkan bisa melewati 6 apabila maksimumnya 6,3 persen," tuturnya.
 
Dikatakan Burhanuddin apabila tidak ada tindakan atau measures yang dilakukan pemerintah dan BI maka tekanan inflasi di 2008 bisa mencapai 6,3 persen.
 
"Jadi apabila tidak dilakukan apa-apa, itulah yang akan diterima nanti (6,3 persen)," jelasnya.
 
Akan tetapi apabila pemerintah juga melakukan upaya perbaikan di distribusi, penyediaan kebutuhan pokok dan BI juga melakukan upaya menstabilkan nilai tukar serta mencermati operasionalisasi kebijakan moneter dengan baik, maka target masih akan dicapai pada 2008 tersebut.
 
Sementara untuk pertumbuhan ekonomi di 2008, Burhanuddin mengatakan BI memperkirakan akan berada di kisaran 6,2-6,8 persen dengan medium 6,5 persen.
 
"Itu juga karena ada berbagai skenario terutama pertumbuhan ekonomi global yang diperkirakan menurun menjadi 4,8 persen, 2008 keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi yang tinggi dengan kualitas yang baik akan kita upayakan," jelasnya. (dnl/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads