Demikian papar Presiden SBY dalam keterangannya pada wartawan usai memberikan pengarahan di kantor Departmen PU, Jl. Pattimura, Jakarta, Selasa (8/1/2008).
"Membangun dan memelihara sarana infrastructure ketahanan pangan dan pertanian dalam mengatasi bencana banjir. Telah ditetapkan sejumlah proyek yang diarahkan ke daerah penyangga pangan dan rawan banjir," papar SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertama memperbaiki ruas-ruas jalan yang rusak berat serta melanjutkan pembangunan jalan tol sepanjang 1.116 km. Realisasi proyek ini akan diselesaikan secara bertahap hingga 2010.
Dua, memperluas jaringan air bersih di pedesaan. Tidak ketinggalan juga pengadaan sarana air minum di perkotaan.
"Kita tahu sejak kemerdekaan, masih ada daerah yang warganya kesulitan mendapatkan air bersih dan layak minum," sambung SBY.
Tiga, perbaikan pemukian kumuh dan perkampungan nelayan. Pelaksanaan program ini harus berjalan sinergi dengan program dari departemen Kelautan dan Perikanan serta pemda setempat, termasuk untuk urusan pembiayaannya.
"Saya sampaikan pada pemda perlu ada pembagian pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur seperti ini. Anggaran dari pusat, propinsi dan kabupaten/kota kita padukan agar efektif karena kita memang punya kebijakan desentralisasi fiskal," tegas SBY. (lh/ir)











































