Miranda Tangisi Prof Sadli

Miranda Tangisi Prof Sadli

- detikFinance
Rabu, 09 Jan 2008 13:27 WIB
Jakarta - Kepergian Profesor Sadli menimbulkan kesedihan tersendiri bagi Miranda S Goeltom. Deputi Gubernur Senior BI ini pun menangis saat melepas kepergian prof Sadli.

"Saya nangis karena dia dosen yang baik," kata Miranda yang ditemui dikediaman Prof Sadli, Jalan Brawijaya, Jakarta, Rabu (9/1/2008).

"Menurut saya dia orang yang kosisten dengan pendapatnya, nggak papa bertentangan dengan pendapat yang lain. Dia sampaikan dengan baik sehingga orang yang bertentangan tidak sakit hati. Dia itu nggak punya musuh, semua jadi temennya," kenang Miranda.

Dalam pandangan Miranda, Prof Sadli adalah orang yang menghargai pendapat orang muda. Miranda yang notabene murid dari Prof Sadli, akhirnya dianggap teman meski umurnya kalah jauh.

"Saya dulu muridnya, mahasiswanya tahun 1972. Begitu saya makin naik dia anggap saya temennya. Dia nggak melihat umur kita sudah beda 25 tahun, tetapi dia betul menghargai pendapat orang muda," katanya.

Prof Sadli juga dikenal tak pernah sakit hati meski sering mendapat kritik saat menjabat sebagai menteri. Dengan berbagai analisa, Prof Sadli bahkan semakin menggebu semangatnya.

"Nggak ada sakit hati karena dikritik, karena dia membalas itu dengan pendapat dia yang dipegang teguh. Dia percaya bagusnya perbeedaan pendapat  Perbedaan pendapat justru akan memperkaya pengetahuan seseorang," kenang Miranda.

"Dia pernah mengatakan kepada saya, Mir, saya senang sama kamu, muda-muda tapi berani mengelurkan pendapat. Memang mestinya begitu, makin banyak orang yang mengkritik, makin kaya karena belajar dari situ," imbuhnya.

Sementara mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim mengenang Prof Sadli sebagai skonom yang setia pada hati nurani dan ilmu.

"Beliau sudah bekerja pada zaman orla, zaman orba, reformasi dan seterusnya. Setiap zaman itu beliau setia pada integritas," kenang Emil.

(qom/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads