163.182 KL Minyak Tanah Ditarik, Subsidi Hemat Rp 599 M

163.182 KL Minyak Tanah Ditarik, Subsidi Hemat Rp 599 M

- detikFinance
Rabu, 09 Jan 2008 16:43 WIB
Jakarta - Pertamina berhasil menarik minyak tanah sebanyak 163.182 kiloliter (KL) selama tahun 2007. Angka itu berarti 144% dari target penarikan minyak tanah sebanyak 113.326 KL.

Dengan penarikan minyak tanah sebanyak itu, maka subsidi yang berhasil dihemat mencapai Rp 599 miliar.

Sementara untuk distribusi tabung dan kompor sudah mencapai 3.975.789 Kepala Keluarga (KK), atau 114% dari target yang sebanyak 3,5 juta KK. Realisasi itu termasuk uji coba 25.500 KK tahun 2006, BUMN peduli ke 10.000 KK pada Februari 2007 dan distribusi oleh kementerian KUKM 262.112 KK.

Untuk refill elpiji sudah mencapai 21.450.303 MT, atau 104% dari target yang sebanyak 20.638.836 MT.

Deputi Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya menjelaskan, jumlah minyak tanah yang ditarik memang tidak setara dengan elpiji yang masih. Menurut Hanung, jumlah minyak tanah yang ditarik lebih besar dibanding setara elpiji yang masuk. Perbandingan elpiji dan minyak tanah sekitar 1 banding hampir 2.
 
Tapi menurut Hanung, hal ini karena minyak tanah yang ditarik tidak hanya minyak tanah rumah tangga yang kemudian digantikan elpiji, tapi juga minyak tanah yang selama ini disalahgunakan di wilayah tertentu.
 
Artinya, jumlah minyak tanah yang ditarik bukan dampak langsung program konversi, tapi ada ikutan dari mitan yang diselwengkan.
 
"Berdasar data empiris, minyak tanah ditarik lebih banyak, elpiji masuk sekian. ada dua kemungkinan. Sebelumnya ada penyalahgunaan mitan. Jadi waktu ditarik bukan hanya mitan rumah tangga tapi juga mitan yang disalahgunakan," katanya dalam konferensi pers di kantor Pertamina, Rabu (9/1/2008).
 
Hal ini karena Pertamina tidak menarik minyak tanah berdasarkan rumah tangga yang ada diwilayah itu, tapi langsung per wilayah. Berdasarkan catatan volume minyak tanah yang biasanya disalurkan di agen dan pangkalan.
 
"Minyak tanah ditarik tidak berdasarkan tabung yang masuk, tapi wilayah. Satu wilayah kelurahan yang sudah dimasukin tabung elpiji, 80% sudah eligible menerima, mitan ditarik. kita tarik bukan berdasarkan rumah tangga berapa dikali sekian. Kuota minyak tanah yang ada diwilayah tersebut, pangkalan siapa saja, volume berapa aja. Begitu elpiji masuk, ini yang kita tarik," katanya.

(lih/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads