RUPS juga memerintahkan PLN untuk mempersiapkan distribusi Jawa Bali menjadi anak usaha barunya. Sementara distribusi di luar Jawa Bali akan disiapkan menjadi Perum. Dan fungsi PLN Pusat akan menjadi holding dari Perum-Perum itu.
Demikian disampaikan Ketua Umum Serikat Pekerja PLN Ahmad Daryoko usai menemui Deputi Menneg BUMN Bidang Pertambangan dan Industri Strategis Roes Aryawijaya di kantor Menneg BUMN, Jakarta, Rabu (9/1/2008).
Daryoko mengaku mengetahui hasil RUPS itu dari salah seorang direktur anak usaha PLN. Hasil RUPS Tahunan yang berlangsung Selasa (8/1/2008)Β itu sendiri memang tidak dijelaskan pada wartawan tadi malam.
Namun Daryoko tidak menjelaskan alasan perombakan PLN. Namun ia menduga reorganisasi ini terkait rencana politis 2009 dan IPO IP.
"Ada jangka waktunya, untuk persiapan 2008 ini harus sudah selesai. Berarti kan implementasi tentu 2009. Nah, Ada apa? Kita jadi spekulasi, untuk apa? Untuk 2009? Nggak ada UU kok pelaksanaan begini?!" tegasnya.
Sebagai Ketua Serikat Pekerja PLN, ia menolak rencana tersebut. Alasannya, itu bisa memecah belah PLN.
"Kalau begini, ini perpecahan PLN. Vertikal dan horisontal. Kami jelas-jelas menolak," katanya.
(lih/qom)










































