Pada perdagangan Jumat (11/1/2008), harga emas sempat menyentuh US$ 898 per ounce, sebelum akhirnya surut di level US$ 894-894,5 per ounce.Β Pada perdagangan sebelumnya harga emas ditutup di level US$ 873,5-874 per ounce.
"Emas menyentuh rekor tertingginya kembali pagi ini di 898 dolar," ujar Gary Yue, dealer emas dari Delta Asia Financial Group seperti dikutip dari AFP.
Lonjakan tajam ini terjadi setelah Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke mensinyalkan penurunan suku bunga AS kembali. Langkah itu diperlukan untuk memulihkan perekonomian AS yang kini diambang resesi.
Pernyataan Bernanke tersebut langsung membuat dolar AS tumbang. Pada perdagangan kemarin, euro melonjak hingga 1,4660 dolar, atau mendekati level tertingginya yang dicapai pada 23 November di 1,4967 dolar.
Merosotnya dolar AS itu membuat komoditas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar AS kembali diburu. Selain emas, harga komoditas lain yang ikut naik adalah minyak mentah.
Pada perdagangan di Singapura, harga minyak kembali naik menjadi 48 sen menjadi US$ 94,19 dolar. Dalam perdagangan sebelumnya di New York, harga minyak sempat merosot hingga 1,96 dolar ke level US$ 93,71 per barel.
(qom/qom)











































