Perdagangan RI-Malaysia Tembus Rp 101 Triliun

Perdagangan RI-Malaysia Tembus Rp 101 Triliun

- detikFinance
Jumat, 11 Jan 2008 16:43 WIB
Putrajaya - Perdagangan Indonesia-Malaysia pada Januari hingga November 2007 menembus RM 35 miliar (Ringgit Malaysia) atau sekitar Rp 101,325 triliun. Naik dibanding total perdagangan tahun 2006 yang sekitar RM 33,1 miliar atau Rp 96.824,5 miliar.

Demikian disampaikan Kementerian Perdagangan AntarBangsa dan Industri seperti dilansir Bernama, Jumat (11/1/2008).

Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi usai SBY usai bertemu Presiden SBY dalam forum konsultasi tahunan Malaysia-Indonesia menyatakan, kedua negara akan melakukan perdagangan yang lebih besar lagi kedepannya, terutama melalui penanaman modal asing (PMA).

Indonesia merupakan negara terbesar ke-10 yang berdagang dengan Malaysia pada 2006 dan menyumbang 3,1 persen dari perdagangan global Malaysia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Produk ekspor utama Malaysia ke Indonesia antara lain produk energi seperti produk minyak bumi dan hidrokarbon serta alat-alat telekomunikasi. Sementara produk yang diimpor Malaysia antara lain minyak sayur, kakao, batubara dan minyak bumi.

Investasi Indonesia yang ditanamkan di Malaysia sejak Januari hingga Oktober 2007 mencapai RM 39,2 juta atau sekitar Rp 113,484 miliar melalui empat proyek. Jumlah ini turun dari tahun 2006 yang mencapai Rp 622,135 miliar melalui 11 proyek.

Sementara investasi Malaysia di Indonesia pada kurun yang sama di 2007 mencapai RM 975.1 juta atau sekitar Rp 2,821 triliun. Juga turun dibanding 2006 yang mencapai RM 1 miliar atau Rp 2,895 triliun.

Teken MoU

Sementara itu, pada kesempatan yang sama kedua negara telah meneken MoU terkait kerjasama investasi dan perdagangan. MoU ditandatangani Menteri Perdagangan RI Mari Elka Pangestu dan Menteri Perdagangan Antarbangsa dan Industri Datuk Seri Rafidah Aziz dan disaksikan PM Badawi dan Presiden SBY.

MoU tersebut bertujuan untuk meningkatkan kepastian iklim investasi terutama bagi pihak swasta di kedua negara. Perundingan rutin pun akan digelar untuk saling bertukar informasi dan mencari solusi setiap kendala perdagangan.

(lih/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads