Demikian disampaikan ketua Gapmmi, Franky Sibarani, usai jumpa pers di gedung Graha Mustika Ratu, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (11/1/2008) petang.
"Pada industri makanan-minuman yang menggunakan gas, tentu akan sangat berpengaruh. Gas kebanyakan digunakan pada industri makanan-minuman skala menengah besar," ujar Franky.
Prediksi Gapmmi, pada makanan-minuman skala menengah besar, akan terjadi kenaikan harga hingga rata-rata 5-10%.
"Untuk yang banyak menggunakan gas, kenaikan harga bisa mencapai 15%," terang Franky.
Sementara sektor industri makanan-minuman skala kecil, ia menambahkan, justru tidak akan menaikkan harga, melainkan penurunan volume produksi.
"Kenaikan harga gas elpiji, ditambah harga bahan baku makanan seperti terigu, gandum, dan sebagainya, akan membuat industri makanan-minuman skala kecil menurunkan volume produksinya. Penurunan produksinya bisa mencapai 50-60%," ujar Franky.
(dro/qom)











































