Geliat Bisnis Properti Rentan Macet

Geliat Bisnis Properti Rentan Macet

- detikFinance
Minggu, 13 Jan 2008 15:14 WIB
Jakarta - Bisnis properti di Indonesia mengalami pertumbuhan yang semakin besar. Namun masuk dalam kategori berisiko pada kemacetan bisnis.

Bubble atau gelembung yang terjadi di bisnis properti sangat tergantung dari pembiayaan perbankan. Ini sangat terkait dengan aliran hot money dari investor asing.

Jika sewaktu-waktu investor asing menarik uangnya secara serentak, maka bisnis perumahan Indonesia bisa kolaps atau bubble itu menjadi pecah

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Demikian disampaikan ekonomi Econith Hendri Suparini dalam jumpa pers di kantor Econit, Tebet, Jakarta, Minggu (13/1/2008).

"Kalau tidak diantisipasi, bisa saja tumbuh bubble di sektor lain," kata Hendri.

Tanda-tanda adanya bubble terlihat terutama di bisnis properti tingkat menengah yang kebanyakan dananya berasal dari perbankan.

"Ada indikator ke arah kemacetan. Karena properti terutama kelas menengah kan dibiayai perbankan," katanya.

Sementara untuk properti kelas atas, kebanyakan pendanaan berasal dari pasar finansial.

Tanda yang terlihat antara lain di kios atau ruko di tempat perbelanjaan. Sistem penggunaannya tidak lagi sistem sewa, melainkan sistem bagi untung.

(lih/arn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads