Demikian disampaikan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Ardiansyah Parman, dalam diskusi "Analisa Kebijakan dan Prospek Perdagangan 2008" di gedung Depdag, Jakarta, Senin (14/1/2008).
"Dalam jangka pendek, kemungkinan akan dilakukan pengurangan BM impor kedelai hingga 0%, dari sebelumnya sebesar 10%," ujar Ardiansyah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini stok kedelai sudah habis, sehingga produsen tahu dan tempe sangat mengandalkan bahan baku kedelai impor. Sementara untuk meningkatkan impor masih terhalang BM yang sebesar 10%," jelas Ardiansyah.
Atas dasar itu, ia menambahkan, pemerintah saat ini sedang mengkaji kemungkinan dihapuskannya BM impor kedelai untuk sementara.Sebelumnya usai menerima para pendemo pedagang tahu dan tempe di Istana Negara Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan bea masuk impor kedelai bisa turun 5%.   (dro/ir)











































