Demikian disampaikan Menteri Perhubungan Jusman Syafei saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (14/1/2008).
Â
"Kita akan mempercepat spin off divisi Jabodetabek PT KA, jadi apakah diperlukan anak perusahaan sendiri atau strategi bisnis, itu tergantung Menneg BUMN," jelas Jusman.
Spin off anak usaha PT KA lainnya adalah untuk divisi Sumatera Selatan. "Itu nanti akan dibuat seperti anak perusahaan khusus melayani PT BA ini semua disetujui timnas," tuturnya.
Â
Jusman menambahkan, pelaksanaan spin off ini dilakukan demi melaksanakan semangat UU kereta api dan juga meningkatkan akuntabilitas BUMN tersebut.
Â
"UU mengatakan bahwa partisipasi swasta dalam kereta api ditingkatkan, alasan kedua kalau di-spin off biasanya lebih akuntabel, misalnya kalau Jabodetabek tidak di-spin off pasti nanti ada orang yang concern dengan perlunya pelayanan yang lebih baik," ujarnya.
Jusman mengaku sudah mendapatkan perintah dari Menko Perekonomian Boediono untuk mempercepat spin off dari semula dijadwalkan akhir tahun 2008 menjadi Januari ini.
"Kalau timnya selesai pasti bulan ini. Kalau spin off, Menneg BUMN menjanjikan secepat mungkin, kalau bisa bulan ini, kalau tidak bulan depan paling tidak," ujarnya.
Â
Pada kesempatan yang sama, Menneg BUMN Sofyan Djalil menambahkan, nantinya akan ada pemisahan di tubuh PT KAI antara pengurusan sarana dengan prasarana. (dnl/qom)











































