Harga Kedelai dari Importir Naik Terlalu Tinggi

Harga Kedelai dari Importir Naik Terlalu Tinggi

- detikFinance
Senin, 14 Jan 2008 14:05 WIB
Jakarta - Produsen tahu tempe mensinyalir penyebab meroketnya harga kedelai karena importir yang terbatas, mengingat sebagian besar bahan baku tahu tempe berasal dari impor.

Produsen tahu tempe meminta pemerintah segera mengambil tindakan ditengah kenaikan harga kedelai dalam negeri yang sudah di atas 100%, saat harga kedelai impor hanya naik 30%.

"Kita minta kalau kenaikan harganya hanya 30% di Amerika, jangan dinaikkan 100% dong di
sini! Pengusaha hanya ingin hidup bukan ingin kaya, jadi jangan dimatikan," ungkap Direktur Induk Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia Aip Syariffudin usai rapat di gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (14/1/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aip membeberkan sumber masalah tingginya harga kedelai adalah jumlah importir yang dibatasi hanya untuk empat perusahaan. Sedangkan saat ini yang punya stok hanya dua perusahaan. Keadaaan semakin runyam karena tidak adanya pengawasan dari pemerintah.

"Jadi kalau dia jual berapapun, barang memang tidak ada lagi. Tapi faktanya harga Januari 2007
Rp 2.750 per kg dan sekarang di atas Rp 7.200 per kg," ujarnya.

Aip menjelaskan berdasarkan rapat dengan Deputi Menko Perekonomian bidang pertanian dan kelautan Bayu Krisnamurti mengambil kesimpulan yang signifikan. Bea masuk 10% untuk kedelai impor akan dibebaskan dengan harapan para pengusaha menurunkan harga 10% juga.

Aip berharap, jangan sampai pembebasan bea masuk yang terjadi justru menguntungkan pedagang kedelai dengan tidak menurunkan harga kedelai. Untuk itu pihaknya meminta transparansi harga antara kedelai impor dan lokal.

"Saya minta penugasan kepada Bulog, sebagai unsur penyeimbang di dalam komoditi kedelai. Jadi Bulog ditugaskan importasi," ujarnya.

(arn/arn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads