Demikian disampaikan Dirut PLN Eddie Widiono dalam jumpa pers di kantor pusat PLN,
Jakarta, Senin (14/1/2008).
"Untuk 10.000 MW di luar Jawa kita sudah menyanggupi dananya dari APLN (anggaran
PLN)," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
memilah opsi apa yang akan diambil. Apa itu pinjaman dari bank, international bond,
atau local bond.
"Karena suku bunga sekarang sangat dinamis," katanya.
Sebelumnya, skema pendanaan pembangunan pembangkit dari PLN hanya 15 persen yang berasal dari APLN. Sedangkan 85 persen sisanya dari kontraktor.
Kebutuhan untuk pembangunan PLTU 10.000 MW di luar Jawa memang lebih sedikit
dibanding yang di Jawa. Ini bisa dilihat dari kapasitas pembangkit yang dibangun.
Jika di Jawa sekitar 6.900 MW, di luar Jawa hanya 3.100 MW. (lih/ir)











































