kapasitas produksi tahu tempe hingga 60%.
Demikian disampaikan Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Franky Sibarani, saat dihubungi detikFinance, Senin (14/1/2008).
"Dampak kenaikan harga kedelai sangat terasa di industri rumah tangga kecil. Di beberapa daerah seperti Semarang, Yogyakarta, dan sebagainya, penurunan kapasitas produksinya bisa mencapai 60%," ujar Franky.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
produsen tahu tempe menjadi hal yang cukup mendesak.
"Saat ini yang penting distribusi kedelai sampai ke tangan produsen tahu tempe. Kalau memang harga di pasaran sedang melambung, itu tidak masalah. Biar pasar nanti yang akan menyesuaikan," tutur Franky.
Sementara itu, Ketua Umum Gappmi, Thomas Dharmawan, mengatakan secara nasional dampak kenaikan harga kedelai nantinya tidak akan terasa bagi industri ini.
"Di satu sisi, mungkin ada usaha yang tutup, tapi di sisi lain akan ada yang tertarik masuk ke industri ini. Jadi pada akhirnya produksi akan kembali stabil terhadap permintaan pasar. Walaupun mungkin bagi produsen profit akan turun dikarenakan naiknya harga jual, namun pasar akan menyesuaikan diri," ujar Thomas. (dro/ir)











































