Hal tersebut diungkapkan Dirut PLN Eddie Widiono dalam sambutannya saat penandatanganan kontrak di kantor pusat PLN, Jakarta, Senin (14/1/2008).
"Hampir 1,5 tahun setelah Kepres 71/2006 (tentang proyek 10.000MW), ini hasilnya. Kami memperkirakan akan meleset dari harapan," katanya.
Meski ditargetkan bisa rampung sebelum pemilu, sebagian besar paling cepat baru selesai semester dua 2009. Dan sisanya pada semester satu 2010. Proyek 10.000 MW ini terdiri dari 35 lokasi.Ada 10 pembangkit yang berlokasi di Jawa dan 25 pembangkit di luar Jawa.
Eddie menjelaskan, untuk pembangkit di Jawa, sudah delapan yang proses konstruksi, satu sedang persiapan kontrak, dan satu lagi sedang tender ulang.
Sementara untuk luar Jawa Bali ada 9 proyek yang sudah tandatangan kontrak pembangunan. Dan 16 sisanya akan diselesaikan hingga akhir Februari 2008.
Pelaksana Tugas Direktur Pembangkit dan Energi Primer PLN Fahmi Mochtar menjelaskannya, ada 4 kontrak pembangunan pembangkit yang akan diteken akhir Januari, dan 12 sisanya pada askhir Februari.
"Akhir Januari kita tandatangan 4 lokasi, akhir Februari 12 sisanya karena sekarang masih tahap evaluasi. Kalau ini selesai, maka Februari selesai," katanya. (lih/qom)











































