Harga Emas Bisa Tembus US$ 1.000

Harga Emas Bisa Tembus US$ 1.000

- detikFinance
Selasa, 15 Jan 2008 11:04 WIB
London - Setelah harga minyak dunia, kini giliran harga emas yang 'mengamuk'. Harga logam mulia itu diperkirakan bisa menembus US$ 1.000 per ounce.

Lonjakan harga emas sudah terjadi sejak awal tahun 2008. Puncaknya pada 11 Januari 2008, saat harga emas menembus US$ 900 per ounce untuk pertama kalinya.

Sementara pada perdagangan Senin (14/1/2008) di London Bullion Market, harga emas terus membubung menembus US$ 914,30 per ounce.

"Secara psikologis, US$ 1.000 per ounce kini menjadi target. Harga emas mendapat support yang sangat baik," ujar John Payne, manajer portofolio dari Hexam Global Resources Absolute Return Fund seperti dikutip dari AFP, Selasa (15/1/2008).

Lonjakan harga emas terjadi menyusul permintaan perhiasan yang melonjak di China dan India. Selain itu juga dipicu oleh merosotnya nilai tukar dolar AS, meningkatnya inflasi sehubungan dengan kenaikan harga minyak dan kondisi geopolitik yang menyemarakkan permintaan akan investasi yang lebih aman.

"Saya kira faktor utama pendorongnya adalah seputar melemahnya perekonomian AS dan melemahnya dolar. Inflasi harga makanan, faktor geopolitik dan harga minyak yang menembus US$ 100 merupakan semua faktor pendukung kenaikan harga emas," imbuh Payne.

Nik Bienkowski, head of listing and research ETF Securities setuju bahwa harga emas masih akan menuju puncak.

"Depkeu AS telah mengindikasikan pandangan negatifnya terhadap perekonomian AS dan pasar melihat akan ada penurunan suku bunga 50 basis poin dalam pertemuan The Fed mendatang. Itu akan menjadi hal negatif bagi dolar AS, namun positif bagi harga emas," ujarnya.

Namun analis dari UBS, Robin Bhar memberikan peringatan atas lonjakan harga emas kali ini justru akan memicu koreksi yang tajam.
(qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads