Bea Masuk Nol, Pemerintah Cari Kedelai Murah di Luar AS

Bea Masuk Nol, Pemerintah Cari Kedelai Murah di Luar AS

- detikFinance
Selasa, 15 Jan 2008 15:15 WIB
Jakarta - Pemerintah kembali mempertegas pembebasan bea masuk untuk impor kedelai. Pemerintah juga mencari pasokan kedelai di luar AS yang harganya lebih murah.

"Bea masuk impor kita turunkan jadi 0%," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam jumpa pers usai rakor ketahanan pangan di gedung deptan, Jalan RM Harsono, Ragunan Jakarta, Selasa (15/1/2008).

SBY menjelaskan untuk memperbaiki gejolak harga kedelai pemerintah memprioritaskan tiga hal. Pertama, penurunan bea masuk impor menjadi 0%. Kedua, mendorong harga yang baik untuk menggerakkan pertanian kedelai. Ketiga, berkomunikasi dengan importir, dan minta mereka ikut menyelamatkan harga kedelai agar tidak menjadi guncangan baru bagi perekonomian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak logis kalau harganya tiap hari naik. Perajin tahu dan tempe harus tetap bisa
berusaha," tukas SBY.

Diakuinya, harga kedelai saat ini memang naik amat tajam terkait supply dan demand. Suplai turun karena banyak kedelai yang diubah menjadi minyak goreng.

"Suplai tetap, kebutuhan naik. Tentu harga melonjak. Kita terus meningkatkan produksi kedelai dalam negeri," ujar SBY.

Dijelaskan dari kebutuhan 2 juta ton per tahun, sebesar 60 persen merupakan impor. Selama ini harga kedelai nasional, menurut SBY, memang murah sehingga petani tak terlalu tertarik untuk menanamnya.

"Paket kebijakan kedelai ini terus kita kembangkan agar nanti muncul keseimbangan. Jangan kita terlalu tergantung impor," katanya.

Meski pertanian kedelai tidak terlalu prospektif, pemerintah berencana menggalakkan penanaman kedelai dalam jumlah besar.

"Kita akan mencari derah sub tropis dengan luas lahan tertentu. Mungkin di NTT yang dekat Australia. Pelaksanaannya nanti baik oleh petani dan non-petani," imbuh SBY.

Penanaman kedelai itu diharapkan bisa memperpendek jarak antara kebutuhan dalam negeri yang sebesar 2 juta ton itu. (ir/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads