Demikian hasil rapat kabinet terbatas yang dipimpin oleh Presiden SBY, Selasa (15/1/2008), di Kantor Deptan, Jl. Harsono RM, Jakarta.
"Kita tergetkan kenaikan produksi beras nasional sebanyak 5 persen. Terkait kemungkina bencana alam, kita sudah perhitungkan semuanya, dan tentu bisa berpegaruh terhadap pencapaian produksi beras kita," papar SBY.
Belajar dari pengalaman tahun lalu, sejumlah perbaikan lintas sektor akan ditempuh demi ketahanan pangan di dalam negeri. Paling utama adalah perluasan pengadaan infrastruktur baru pertanian dan perawatan yang sudah ada.
"Perlu sinkronisasi antara Deptan, PU dan pemda agar pembangunan waduk dan infrastruktur lainnya bisa sinergis menuju ketahanan pangan. Khususnya di propinsi penghasil pangan dan yang rawan bencana," tambah SBY.
Tidak ketinggalan upaya peningkatan pengetahuan, kesejahteraan dan produktifas petani. Melaui berbagai peyaluran kredit usaha, pembagian benih unggul, penyuluhan dan perlindungan bila sampai terjadi bencana alam yang menyebabkan gagal panen.
"Kita ingin memastikan daerah yang rawan pangan baik karena sosio kultral maupaun geografi, tercukupi. Kita garisbawahi ketersediaan beras. Yang penting harga terjangkau," tegas presiden. (lh/qom)










































