"Untuk mendorong gairah produktivitas kedelai, pemerintah akan memberikan insentif berupa bibit-bibit unggul secara gratis kepada para petani kedelai," kata Menteri Pertanian, Anton Apriantono, usai sidang kabinet membahas ketahanan pangan di Departemen Pertanian , Jalan Ragunan, Jakarta, Selasa (15/1/2008).
Anton menjelaskan, saat ini produksi kedelai dalam negeri masih mengandalkan lahan di pulau Jawa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perluasan lahan tanam kedelai merupakan salah satu langkah yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan produksi kedelai dalam negeri.
Anton menjelaskan, pada tahun 2008 pemerintah menargetkan pertumbuhan produksi kedelai dalam negeri sebesar 20% atau menjadi sebesar 700 - 800 ribu ton untuk target minimal. Sedangkan target optimis sebesar 850 - 900 ribu ton. Kebutuhan kedelai dalam negeri tahun 2008 diperkirakan akan mencapai 1,9 - 2 juta ton.
Anton berencana juga akan memanggil keempat importir kedelai karena harga kedelai lokal yang melonjak diatas 100%. Keempat importir itu ialah Liong Seng, Teluk Intan, Gunung Sewu, dan Cargill.
"Pemerintah akan memanggil empat importir tersebut, untuk menanyakan mengapa harga bisa naik," tegas Anton. (dro/arn)











































