Demikian pengakuan Presiden SBY menjawab pertanyaan wartawan usai mempimpin rapat kabinet terbatas di Kantor Departemen Pertanian, Jl Harsono, Ragunan, Jakarta, Selasa (8/1/2008).
"Relatif berhasil, yang dicapai 1,6 juta ton. Ada banyak hal yang membuat pelaksaan tahapan tidak tepat waktu akibat ada hambatan di jajaran birokrat," kata SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasar paparan sejumlah gubernur yang hadir dalam rapat, diketahui bahwa para kepala daerah khawatir mekanisme demikian akan menjadi bumerang di masa depan. Maklum saja proyek tanpa tender seperti itu sangat rawan tuduhan korupsi dan kolusi.
"Ada ketakutan bahwa ini adalah suatu kekeliruan. Kita tegaskan tidak perlu ragu atas apa yang sudah jelas tujuannya. Tidak perlu takut bahwa itu akan dikira korupsi dan sebagainya," jelas SBY. (lh/ir)










































