Tidak Jual Tahu Tempe, Pedagang Dimarahi Konsumen

Tidak Jual Tahu Tempe, Pedagang Dimarahi Konsumen

- detikFinance
Selasa, 15 Jan 2008 18:01 WIB
Jakarta - Di beberapa daerah, tahu dan tempe sudah jadi makanan rakyat, ada orang yang tidak bisa makan tanpa ada lauk berupa tahu atau tempe di mejanya.

Menyusul adanya kenaikan harga kedelai, harga tempe tahu pun naik, konsumen pun marah sama pedagang.

"Tahu tempe itu kan dipersepsikan makanan murah, makanan rakyat, memang bisa makan yang lain, tapi ada orang yang memang gak bisa makan kalau gak ada tahu tempe di beberapa daerah. Saya dapat berita di Semarang dan Yogya di sana marah ke pedagang loh," ujar Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Franky Sibarani di sela diskusi awal tahun KPPOD di kantor KPPOD, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Selasa (15/1/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Franky tidak yakin penurunan bea masuk menjadi nol persen bagi produk kedelai akan berhasil menurunkan harga yang sekarang naik 100 persen antara Rp 7.000 sampai Rp 8.000 per kg. "Itu gak bisa gak kembali ke angka awal Rp 3.500 gak mungkin," ujarnya.

Namun dia menyambut baik keputusan pemerintah itu. "Di sisi lain, yang penting itu cepat diputuskan," ujarnya. (ddn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads