Holding BUMN Perkebunan Solusi Problem Pembiayaan

Holding BUMN Perkebunan Solusi Problem Pembiayaan

- detikFinance
Selasa, 15 Jan 2008 18:52 WIB
Jakarta - Pembentukan holding BUMN sektor perkebunan diharapkan bisa membantu menyelesaikan masalah kesulitan pendanaan yang dihadapi oleh beberapa PTPN.

Hal ini disampaikan oleh Menneg BUMN Sofyan Djalil usai melantik sejumlah Direksi dan Komisaris BUMN di Kantornya, Gedung Garuda, Jakarta, Selasa (15/1/2008).

"Kita itu perlu banyak investasi pada banyak PTP (BUMN Perkebunan) seperti untuk revitalisasi gula yang sangat penting, kalau ada holding maka persoalan pembiayaan tidak ada masalah lagi," jelasnya.

Dikatakannya, dengan holding maka PTP yang kuat likuiditasnya yaitu yang bergerak di perkebunan kelapa sawit bisa membantu PTP yang kekurangan likuiditas.

Saat ini progres pembentukan holding BUMN perkebunan tinggal menunggu proses penyelesaian PP-nya.

"Kalau PP sudah diteken kita langsung angkat direksinya dan proses ini akan kita percepat dengan segera," jelasnya.

Holding BUMN Pertambangan

Terkait holding BUMN sektor pertambangan atau yang disebut IRC (Integrated Resource Company), diharapkan bisa rampung semester I-2008. Pembentukan IRC kini masih terganjal masalah birokrasi.

"Ada masalah dengan prosedur BUMN, karena semua tidak bisa dikontrol oleh menteri sendiri, banyak faktor lain," jelasnya.

Sofyan mengungkapkan, dirinya cukup kesulitan dalam merealisasi hoding ini dengan cepat.

"Ingin dibikin cepat tapi tidak bisa, saya ingin orang agresif biar cepat karena itu saya mengatakan kita tidak memerlukan kantor ini lagi, jadi bentuknya holding company," tuturnya.

Selain itu, dia juga menargetkan pada semester I-2008 holding-holding BUMN lain seperti perkebunan, farmasi dan juga pupuk juga sudah terealisasi.

(dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads