Vakantiebeurs, yang dinobatkan sebagai top trade and consumer travel fair, itu berlangsung di Royal Dutch Jaarbeurs Exhibition & Convention Centre, Utrecht, 8-13/1/2008.
Di ajang inilah market pariwisata sepanjang 2008 ditentukan, terutama untuk dua musim liburan besar: musim panas dan musim dingin di penghujung tahun. Untuk liburan musim panas biasanya pada Februari-Maret sudah sold out.
Karena itu pelaku bisnis pariwisata dan departemen negara yang berkepentingan bertarung keras di ajang ini. Tercatat ada 150 negara ambil bagian dalam bursa ini untuk memperebutkan potensi kunjungan 16 juta warga Belanda, salah satu negara termakmur di Eropa dengan pendapatan per kapita US$35,078 (2006) dan frekuensi berwisata ke luarnegeri rata-rata 2 kali setahun.
KBRI Den Haag di stan blok F tampil dengan formula interaktif, langsung menyajikan thumbnail obyek wisata unggulan, berupa presentasi hiburan tari-tarian, demonstrasi gamelan Bali, kecapi suling dan pemutaran klip beberapa obyek wisata melalui layar lebar.
"Indonesia dan Belanda sudah saling mengenal dan memiliki kedekatan historis. Obyek wisata di Indonesia sangat beragam, dengan 300 suku bangsa dan bahasa, serta keindahan alam, kekayaan kebudayaan, dan kulinernya," demikian Dubes J.E Habibie alias Fanny pada sambutan pembukaan sebelum pagelaran bertitel One Hour Across Archipelago dimulai, 13/1/2008 malam.
Formula ini nampak efektif menarik pengunjung. Stan tropik Karibia dan Afrika yang menyajikan workshop Salsa, tersedot pengunjungnya berpindah ke panggung Indonesia. Mereka berjejal memadati area penonton yang disediakan, ikut berjoget pada sesi tarian interaktif dan bertahan hingga acara usai jam 21.30.
Meskipun demikian, partisipasi Indonesia di Vakantiebeurs 2008 tersebut nampak kendor di garis belakang. Apa itu? Nantikan laporan berikutnya.
(es/es)











































