Pembangunan Rusuna di Atas Pasar Direspons Positif

Pembangunan Rusuna di Atas Pasar Direspons Positif

- detikFinance
Rabu, 16 Jan 2008 10:31 WIB
Jakarta - Rencana pembangunan rumah susun sederhana (rusuna) di atas pasar-pasar tradisional mendapat respons positif dari para pedagang pasar.

Ide yang digagas Menteri Negara Perumahan Rakyat Muhammad Yusuf Asy’ary ini diharapkan pedagang pasar segera terealisasi.

"Wacana ini sudah sejak setahun lalu, tapi masih terganjal Perda nomor 6 tahun 1992 yang isinya di atas pasar tidak boleh dibangun hunian. Kalau menurut kami pembangunan rusun ini justru menguntungkan pedagang, jadi kami akan dukung," ungkap Sekjen Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia Ngadiran dalam perbincangannya dengan detikFinance, Jakarta, Rabu (16/1/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya di Jakarta dari 151 pasar yang berdiri, ada 125 pasar sudah tidak layak pakai dan harus direnovasi. Di pasar-pasar itulah seharusnya rusun itu berdiri.

"Perlu menunggu perda diubah, supaya pasar tradisional bisa berfungsi ganda. Bawahnya pasar atasnya rusun. Pedagang bisa tinggal disana jadi hemat biaya. Selain itu bisa subsidi silang, harga tebus kios bisa lebih murah karena atasnya ada hunian yang dijual," jelasnya.

Ngadiran menambahkan, nantinya para pedagang pasar bisa dengan mudah mencapai konsumen. Seperti halnya konsep kluster di Mal Taman Anggrek yang menyatukan mal dengan hunian apartemen.

"Pasar Benhil (Bendungan Hilir) strategis sekali untuk dibangun rusuna, pasti laku. Namun pedagang juga harus konsekuen membuat pasar tidak kumuh biar ada yang mau tinggal diatasnya," ungkapnya.

Menurutnya, rusuna ini akan memecahkan persolan masyarakat kecil yang kesulitan mencari tempat tinggal.

"Daripada dibangun pasar tinggi-tinggi tapi harga jual kios selangit, pedagang tidak mampu beli. Kalau ini kan yang tinggal di tempat yang tidak layak seperti di kolong jembatan bisa tinggal di rusuna ini, harganya kan subsidi," katanya.

Sebelumnya Menpera menyatakan pasar tradisional tetap dipertahankan hanya saja ditambah ketinggiannya untuk rusuna mengingat lokasi pasar tradisonal berada di lokasi strategis.Ide ini muncul akibat keterbatasan lahan di tengah kota untuk pembangunan rusuna. Menpera sudah membicarakan hal ini dengan PD Pasar Jaya selaku pengelola pasar tradisional, dan sejauh ini tidak ada keberatan dengan rencana itu. (arn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads