"Dengan potensi yg dimiliki Indonesia bisaΒ menjadi platform pusat ekonomi syariah di Asia dan dunia," ujarnya.
Hal tersebut disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pembukaan Festival Ekonomi Syariah (FES) di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Rabu (16/1/2008).
Dengan demikian, Indonesia dapat memanfaatkan sumber-sumber keuangan syariah dari pasar internasional yang dimungkinan untuk mendukung kemakmuran dan pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih cepat.
"Untuk lebih mempercepat pengembangan perbankan syariah saya minta menhuk dan HAM, Menteri Agama, Menneg BUMN, menkeu, untuk menjadikan pengembangan perbankan syariah dan keuangan syariah untuk menjadi agenda nasional," ujarnya.
Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah mengatakan upaya akselerasi perbankan untuk mencapai target 5 persen pangsa pasar sudah dimulai.
"Target ini memang ambisius, tahun ini dan tahun depan akan akselerasi untuk mencapai target itu," ujarnya.
Dalam pembukaan ini juga diselingi penandatanganan MoU antara ICD dan BNI untuk membentuk bank syariah, sindikasi pembiayaan bank syariah yang dipimpin Bank Muamalat untuk PT Indonesia Air Transport US$ 31 juta, pembiayaan bagi PT Citra Sari Makmur Rp 525 miliar yang dipimpin oleh Bank Syariah Mandiri.
(ddn/qom)










































