Kurangi Ketergantungan Kedelai Impor

Kurangi Ketergantungan Kedelai Impor

- detikFinance
Rabu, 16 Jan 2008 11:22 WIB
Jakarta - Melonjaknya harga kacang kedelai tidak hanya mencekik produsen, tapi juga konsumen tahu dan tempe. Pemerintah diminta untuk tidak melulu mengandalkan impor.

"Kita tidak bisa lagi terus bergantung dengan impor dan mekanisme pasar, karena kalau itu yang kita lakukan, akibatnya seperti sekarang," kata Ketua DPR Agung Laksono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/1/2008).

Agung menjelaskan, pemerintah seharusnya tidak lagi berwacana untuk merevitalisasi pertanian. Tidak hanya bertumpu pada sektor beras, tetapi juga kedelai, tebu, dan kebutuhan dasar lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perlu segera dilakukan revitalisasi pertanian yang riil. Jangan diserahkan begitu saja pada pasar, karena rakyat yang akan menjadi korban," jelas pria berkacamata itu.

Menurut Agung, pemerintah harus memperhatikan persoalan riil rakyat dengan program-program yang nyata. Caranya dengan melakukan intervensi, misalnya dalam bentuk anggaran atau pembinaan.

"Harus ada intervensi dari pemerintah. Kalau untuk sementara perlu dipikirkan penanganannya. Tapi jangan hanya mengandalkan impor, supaya kita tidak impor terus," ujarnya.

Dia pun berharap kejadian ini menjadi peringatan bagi pemerintah terkait pemenuhan kebutuhan dasar dalam negeri.

"Ketika pemenuhan kebutuhan dasar hanya digantungkan pada pasar dengan cara impor, akan selalu menjadikan kejutan-kejutan yang akan menimbulkan gelombang protes di dalam negeri," pungkasnya.

(fiq/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads