Libur panjang selama akhir tahun 2007 tak mampu mendongkrak belanja konsumen. Demikian pula melemahnya kinerja sektor manufaktor dan juga terus merosotnya pasar perumahan.
Hal itu diungkapkan The Fed dalam 'Beige Book' seperti dikutip dari AFP, Kamis (17/1/2008). Laporan dalam 'Beige Book' itu akan menjadi dasar bagi keputusan yang akan diambil The Fed dalam pertemuan bulanan yang akan berlangsung 29-30 Januari 2008.
"Laporan dari 12 distrik Federal Reserve menyatakan bahwa aktivitas ekonomi meningkat secara sedang selama periode survei pada pertengahan November hingga Desember 2007. Namun aktivitas ekonomi itu lebih lambat dibandingkan periode survei sebelumnya," ujar Fed dalam laporannya tersebut.
"Dari seluruh distrik, tujuh diantaranya melaporkan kenaikan aktivitas yang tipis, dua melaporkan kondisi yang beragam dan aktivitas di 3 distrik dilaporkan melambat," imbuh Fed.
Dilaporkan pula bahwa belanja ritel selama musim liburan melemah, sementara angka penjualan otomotif terus menurun.
Pasar perumahan juga terus merosot di seluruh distrik, sementara aktivitas penjualan rumah mewah cukup beragam.
Untuk sektor manufaktur, Fed menyebutkan tingginya permintaan ekspor sejumlah barang mampu menutupi pelemahan dari industri yang berhubungan dengan sektor perumahan dan otomotif.
Laporan itu setidaknya konsisten dengan indikator pelemahan kondisi ekonomi lainnya yang menjadi salah satu faktor pertimbangan The Fed menurunkan suku bunganya.
The Fed sejak September 2007 terus menurunkan suku bunga. Pada rapat terakhirnya di penghujung 2007, The Fed menurunkan suku bunga 25 basis poin menjadi 4,25%.
Para ekonom kini berharap The Fed bergerak lebih agresif dengan menurunkan suku bunga hingga 50 basis poin pada pertemuannya akhir Januari 2008. Keputusan itu dinilai sangat penting untuk menghindarkan AS dari jurang resesi.
(qom/ir)











































