Omset Produsen Keripik Tempe Bandung Anjlok 50%

Omset Produsen Keripik Tempe Bandung Anjlok 50%

- detikFinance
Kamis, 17 Jan 2008 12:33 WIB
Bandung - Produsen keripik tempe di Cihampelas Bandung mengeluhkan omset yang menurun hingga 50%, akibat Kenaikan harga kedelai yang mencapai lebih dari 100%. Keripik tempe merupakan oleh-oleh khas Bandung yang paling digemari.

Buntutnya, para pedagang ini berencana menaikkan harga keripik tempe pekan depan, jika harga kedelai tidak beranjak turun.

"Sekarang masih kami pertahankan harganya, mungkin dalam satu minggu mendatang harganya akan naik Rp 2 ribu. Kalau tidak pendapatan kami akan terus turun karena harga di suplier terus naik," ujar Agus pemilik toko oleh-oleh Ojolali di Jalan Cihampelas Bandung kepada detikFinance, Kamis (17/1/2008).

Agus menyatakan para pedagang hingga saat ini belum berani menaikan harga keripik tempe, yakni masih Rp 35 ribu per kg. Sebelum ada kenaikan harga kedelai yang mencapai 100%, keuntungan yang bisa diperoleh setiap kilogramnya sebesar Rp 5 ribu per kg. Namun kini hanya Rp 3 ribu per kg.

"Apalagi sekarang juga penjualan sudah mulai turun. Dulu bisa 30 kg hingga 40 kg per hari, sekarang hanya 10 kg hingga 20 kg per hari," tuturnya.

Agus mengatakan selama ini penjualan kripik tempe mendominasi penjualan oleh-oleh makanan khas Bandung lainnya, yaitu mencapai 40 persen.

Sementara itu di Toko Camilan Ibu Elis yang berada di Jalan Cihampelas, harga keripik tempe di tempat ini sudah naik Rp 1.000 per kg. Bahkan kenaikan ini akan terus terjadi selama harga kedelai belum turun.

  (ern/arn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads