"Untungnya setelah kita demo harga kedelai tidak naik lagi tetep di Rp 7.500 per kg. Berdasarkan kesepakatan setelah mogok kita menyesuaikan harga naik 10-25%," ungkap Handoko Mulyo Pengusrus Koperasi Tahu Tempe Indonesia dalam perbincangannya dengan detikFinance, Jakarta, Kamis (17/1/2008).
Menurutnya, setelah demo besar-besaran Senin lalu (14/1/2008), seharusnya pembeli sudah bisa mengerti kenaikan harga tahu tempe karena keadaan para produsen yang tercekik akibat tingginya harga kedelai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Handoko mengaku puas dengan respons pemerintah setelah Presiden SBY turun
tangan langsung menangani kisruh kedelai ini diantaranya dengan penurunan bea masuk kedelai. Pemerintah juga menyiapkan stok kedelai dengan Bulog sebagai pengimpor, dan swasembada kedelai nasional.
"Idealnya harga kedelai turun jadi Rp 4 ribu-Rp 5 ribu per kg, kalau cuma bea masuk tidak signifikan. Seharusnya pemerintah punya stok, kalau sewaktu-waktu kita dipermainkan oleh importir swasta itu stok dikeluarkan," katanya.
"Kita berharap permintaan kami jangan di petieskan, kami berterimakasih permintaan kami dipenuhi meski belum signifikan menurunkan harga kedelai," ujarnya. (arn/ir)











































